Wanita tangguh dari KOTA BENTENG

Aku tidak akan menyebutkan siapa dia. Yang pasti, dia cukup memporakporandakan pikiranku. Bagaimana tidak? Sudah berapa banyak pengalaman yang bertengger di pundaknya? Itu semua cukup untuk membuat mulut ini tak bisa berkata kata. Wanita yang lebih tua sepuluh tahun dariku ini lahir di Kota Benteng. Yang jelas itu bukan nama sebuah kota. Wanita yang terlahir pertama dari sebuah keluarga harmonis. Memiliki tiga adik bukan perkara gampang untuknya. Sebagai wanita yang bergelar anak sulung, tentunya dia memiliki beban paling berat.

Setelah menyelesaikan masa putih abu abu nya, dia memilih untuk menjadi bocah rantau. Dari Kota Benteng berpindah lah ia ke Kota Gudeg. Disini dia bukan ingin makan gudeg, tetapi menyerap ilmu yang dihembuskan oleh si berhati nyaman. Menjadi salah satu mahasiswa kampus kerakyatan adalah salah satu dari sekian banyak kebanggaan yang ia ciptakan.

-SASTRA ARAB-

Apa yang ada di benak kalian tentang sastra arab? Entahlah. Aku juga tidak tahumenahu tentang sastra. Aku yakin, jika aku melontarkan kalimat “Kayfa haaluki?” tentunya dia akan menjawab dengan “Bi khoirin walhamdulillah”

Setelah bertahtakan gelar sarjana sastra, mulailah ia untuk mencari rupiah. Apapun pekerjaan telah ia lalui, mulai dari menulis artikel hingga mengarang novel. Sampai pada suatu hari ia memutuskan untuk “bersekolah lagi”. Dan kampus kerakyatan pun masih dalam genggamannya.

Tak hanya mengejar gelar master, tetapi ia juga mengabdikan jiwa dan raga nya pada persyarikatan. Terhitung sudah dua tahun ia berbakti pada persyarikatan yang dibangun oleh KH. Ahmad Dahlan. Kesana kemari membantu sesama, tak mengenal apa itu lelah. Yang lebih kerennya lagi, ia pernah menginjakkan kaki di Raja Ampat tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. How lucky she is😍

Semua itu ia dapatkan dari hasil mengabdi kepada persyarikatan. Dari kota Bima, Palangkaraya, Bali, Bandung, dan entah mana lagi yang sudah ia sambangi. Jujur, aku iri dengan semua yang ia lakukan. Aku selalu bertanya pada diriku sendiri ” Apa yang sudah ku berikan pada negri ini?” “Apakah aku mampu menjadi seperti dia?”

Mungkin kalian merasa bingung, kenapa aku mau menceritakan kisahnya disini. Dia mengenali ku saja tidak. Kenapa aku susah payah menuliskan tentangnya disini. Jawabannya cuma satu, karena laki laki penyimpan lemak itu lah yang membuatku seberani ini. Yap. Wanita itu adalah sahabat dari “laki-lakiku”. Laki-laki ku itu selalu menceritakan kisahnya dengan wanita kota Banteng. Apakah ada rasa terbakar di hati? Tentu tidak😳 Aku menganggap mereka berdua adalah salah satu dari sekian banyak faktor yang membuat ku hidup. Aku akan selalu bersyukur kepada Tuhan karena telah mempertemukanku dengan orang orang hebat seperti si Wanita itu. Aku pun menanti kapan waktunya aku bisa dipertemukan dengan wanita tangguh itu. Semoga terlaksana ya!

“Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk.” -Tan Malaka

Iklan

9996 #1

Akan tiba masanya saat kamu menemukan seseorang yang rela melakukan segalanya hanya untuk membuatmu merasa baik-baik saja.

Hanya saja beberapa dari mereka tidak ditakdirkan untuk selamanya. Mereka juga manusia, lelah menjadi penyangga, memutuskan pergi dan tak kembali. Meninggalkan dirimu yang makin merasa tidak berguna.

Tak baik menggantungkan seluruh bahagia pada raga berbeda, sebab pada akhirnya hanya kau dan dirimu sendiri yang tersisa.

—9996
#9996Series

08.57

        Hari ini harusnya puasa, tapi apa daya :v Si tubuh gamau bangun buat sahur. Wkwkwk. Kalo udah niat puasa mah, sahur gak sahur harus tetep puasa dong🙌 Oiya, hari ini juga ada rencana bakar2 di rumah temen. Anddd, i dunno what to do, bilang kalo lagi puasa juga gaenak. Tapi kalo puasanya dibatalin juga sayang 😦

        Sebenernya seneng banget, hari ini bisa keluar rumah. Meskipun cuma ke rumah temen, ga begitu jauh. Habis sbm, masih digantungin dua bulan itu rasanyaaaaaa. Hmmm. Pikiran juga masih stuck di sbm. Takut ga diterima juga 😦 Tapi harus tetep optimis, karena apa yang di pikiran kita adalah doa. Jadi kalo mikirnya yang jelek, nanti hasilnya juga jelek. Sebaliknya, kalo mikirnya yang bagus bagus, insya Allah hasilnya memuaskan. Hehehehe. Mau belajar lagi kok ya memeng gitu lhoo. I need supporting system🙆

Yaudah lah yaaa. Sampai ketemu di postingan selanjutnyaaaa🙋

😍😍😍

Processed with VSCO with a7 preset

“The strong bond of friendship is not always a balanced equation; friendship is not always about giving and taking in equal shares. Instead, friendship is grounded in a feeling that you know exactly who will be there for you when you need something, no matter what or when.”

-Simon Sinek-

#SMASEBAGITAKJIL

 

Processed with VSCO with e5 preset
        Berawal dari ngobrol ngobrol syantik bareng ciwi ciwi di bulan yang penuh rahmad kala itu, tiba tiba ada yang nyeletuk “kenapa gak bagi takjil aja?” Awalnya sih pasukannya cuma mau dari anak kelas aja, tapi kalo dipikir pikir kenapa gak ngajak satu angkatan aja. Akhirnya mulai deh ada rapat, dan ternyata yang berangkat rapat cuma beberapa orang 😦 satu persatu mulai pada pesimis nih. Ada yang mikir bakalan gagal lah, gaada yang mau join lah, molor lah, ini itu dan sebagainya. Tapiiii diantara mereka yang pesimis itu, ada aja satu orang yang nyemangatin kita buat terus lanjutin project ini. Daaan semangat nya mulai tumbuh lagi. Yeay. Kita juga udah mulai kasih tau sekolah kalo kita mau bikin project ini. Fortunately sekolah SETUJU dan lebih senengnya lagi, sekolah juga mau nyumbang buat project ini. Tapi kita nyari dana gak cuma dari sekolah aja. Dari temen temen juga, ada yang dari wali murid malahan. Dana udah clear, makanan juga udah, tapi kita malah belum dapet tanggal yang pas buat project ini. Giliran kita udah nentuin tanggal, ada yang bilang kalo event ini barengan sama acara yang lain. Naah mesti mikir lagi deh buat cari tanggal. Cling! akhirnya diputusin deh buat make tanggal 15 Juni 2017.
        Disini kita bagi bagi nasi sama air minum, dari dana yang terkumpul alhamdulillah kita bisa bagiin sebanyak ±400 kotak nasi beserta minumnya. Jumlahnya bener bener melebihi ekspektasi, yang awalnya mikir cuma bakal dapet 200an, eh ini malah dapet lebih 🙂 bersyukur banget lah kita. Spot pembagiannya ada tiga titik, di Alun Alun Utara, Pasar Beringharjo, sama Taman Budaya. Alhamdulillah sekali semua nasinya habis dibagikan, malah ada yang sampe sedih karena ga dapet nasi 😥 sebagai siswa smase, kita pastinya bangga banget bisa berbagi ke sesama, apalagi kita juga membawa nama sekolah, bangga nya jadi nambah nambah deh :v
        Harapanku buat bulan ramadhan taun ini, pengen banget ada smase bagi takjil #2. Tapi kemungkinannya kecil, karena aku udah gak jadi siswa sma negeri 1 sewon lagi sekarang 😦 Semoga aja adaaaa lagiiiiii.